Search blog.co.uk

Posts archive for: January, 2007
  • loko Tour jember

    Loko Tour

    Semboro Sugar Factory, 35 km west of Jember, was built in Colonial Dutch period by Handles Vereniging Amsterdam (a Dutch private company) in 1921 with 2103 hectares of sugar cane field which spreads out in the western and the northern part of Jember. In colonial Japanese period, the producing sugar activities stopped and at the same time it was changed as soda factory to fulfill the needs of Japanese Government. Few years after Indonesian Independence Day, precisely in 1949, it was made as an ammunition factory to provide supplies for the Indonesian freedom fighters against the colonial to reoccupy Indonesian country. From 1950 to 1957 the milling activities began producing sugar which was already taken over by Indonesian government. Due to its demands since 1978, Semboro sugar factory has tried to increase its production from 24.000 kw to 54.000 kw per day by processing carbonization into sulfitation with the area of more or less 10.500 hectares. The foreign visitors can make nostalgic tour by steam loco for 2 hours as well as they can see the beautiful view along the trip. To get there, the visitors can take rental car and transportation in 120 minutes from central town.

  • Wisata Banyuwangi

    Terhampar di wilayah seluas 5.800 km persegi, Banyuwangi memiliki topografi yang lumayan komplit -mulai dari dataran rendah hingga pegunungan- untuk ditanami berbagai tanaman industri. Tidak hanya tanahnya yang subur, Kabupaten Banyuwangi juga memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor pariwisata. Selain "segi tiga berlian" Kawah Ijen, Pantai Plengkung, dan Pantai Sukamade, di Banyuwangi terhampar banyak lokasi wisata yang sanggup menjadi “magnet” para pelancong.

    Buku "Informasi Pariwisata Nusantara" terbitan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2005 menyebutkan di Kota Banyuwangi sendiri terdapat Museum Blambangan, tepat di depan alun-alun di Jalan Sritanjung, yang memamerkan koleksi barang-barang perkakas berusia ratusan tahun yang terbuat dari gerabah atau perunggu serta bermacam kitab kuno.

    Bagi wisatawan yang berminat menikmati suasana perkebunan, alternatif pilihan demikian beragam di Banyuwangi. Ada Kebun Kandeng Lembu di Kalibaru, perkebunan di Kecamatan Glenmore, Kaliklatak di lereng Gunung Merapi, Kalibendo dan objek agrowisata di Kaliselogiri.

    Perkebunan di Kaliklatak adalah perintis wisata agro di Tanah Air. Terletak di lereng Gunung Merapi, atau 15 km barat kota Banyuwangi, objek wisata perkebunan ini memiliki luas sekitar 100 ha dan dikelola oleh perusahaan swasta. Komoditas utama dari kawasan Kaliklatak antara lain berupa kopi, coklat, karet, cengkeh, dan rempah-rempah.

    Hal yang unik dari Banyuwangi adalah terdapatnya tiga taman nasional yang berfungsi aktif sebagai wahana konservasi flora dan fauna, yakni Taman Nasional Alas Purwo(TNAP), Taman Nasional Meru Betiri(TNMB) dan Taman Nasional Baluran.

    Taman Nasional Baluran letaknya sangat strategis, berada di tepi jalan utama Surabaya-Banyuwangi. Mudah dijangkau, baik dari Pulau Bali maupun Surabaya. Ketika menginjakkan kaki di Taman Nasional Baluran, sambutan pertama yang akan menyapa para pengunjung adalah sekawanan monyet berekor panjang yang menghuni kawasan seluas 25 ribu ha itu.

    Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa, dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40% tipe vegetasi savana mendominasi kawasan taman nasional ini.

    Di Padang Rumput Bekol, pengunjung dapat menikmati pemandangan sekelompok banteng dan rusa dengan latar belakang Gunung Baluran (1.247m). Sebagian orang bahkan menyebut Padang Rumput Bekol sebagai miniatur padang rumput Afrika yang sangat terkenal itu.

    Objek wisata air mancur juga ada di Banyuwangi. Air mancur alami yang mengucur di dekat pantai terletak di kawasan Pancur yang masih berada di Taman Nasional Alas Purwo sangat tepat untuk berteduh dan bersantai sembari menikmati suara deburan ombak serta melihat binatang liar dari hutan.

    Pada Taman Nasional Alas Purwo terdapat beberapa gua yang digunakan sebagai tempat untuk bermeditasi oleh kalangan supranatural. Gua sakral seperti Gua Istana dan Sendang Srengenge berada sekitar 2 km saja dari Pancur. Sementara tak jauh dari Pancur, terdapat karang hitam (karang mati) yang lebih dikenal dengan sebutan Karang Ireng, lengkap dengan pantai berpasir gotrinya.

    Gua-gua lain yang kerap dijadikan tempat bersemedi para lelono, sebutan bagi orang yang bermeditasi di sana, adalah Gua Padepokan dan Gua Putri.

    Perjalanan menuju gua-gua itu sangat mengesankan karena wisatawan berjalan di bawah rimbunnya Hutan Alas Purwo, bahkan tak jarang mereka juga terpaksa melintasi sungai kecil serta merangkak di bawah rumpun bambu yang tumbang.

    Di Taman Nasional Alas Purwo juga ada sebuah pura peninggalan sejarah, yang hingga kini masih dipakai oleh umat Hindu di Banyuwangi untuk upacara keagamaan Pagerwesi setiap 210 hari sekali.

    Memandangi tingkah polah satwa-satwa yang sedang merumput juga bisa dilakukan di Taman Nasional Alas Purwo. Tepatnya di pos Sadengan, padang penggembalaan seluas 80 ha siap menjadi lokasi banteng, kijang, rusa, babi hutan, dan berbagai jenis burung bersantap pada pagi dan sore hari.

    Berjarak 20 km dari Kota Banyuwangi, ada Pulau Tabuhan yang luasnya 5 ha dan memiliki pemandangan taman laut yang indah dengan batu karang yang menjadi rumah bagi ribuan ikan karang, udang, dan tumbuhan laut lainnya.

    Di dekat Desa Ketapang, Kecamatan Giri, hamparan pasir putih Pantai Watu Dodol begitu indahnya bahkan pengunjung bisa melihat Pulau Bali yang hanya dipisahkan oleh Selat Bali dari Banyuwangi.

  • Belajar dari Kehidupan

    Inilah sebuah petualangan hidup yang tidak bisa dihindari oleh manusia, aku sendiripun demikian, seolah hidup ini adalah pencarian sebuah jati diri yang sesungguhnya.

    Berbagai masalah silih berganti mendewasakan kita. Orang yang lemah dan tak mampu bertahan akan kalah dan menyerah dalam hidup. Akhirnya memilih kematian sebagai akhir dari segalanya. Tapi yang sanggup bertahan akan terus hidup tuk menggapai cita-cita yang diinginkannya.

    Hidup itu memang singkat apabila kita dalam ketenangan dan kebahagiaan namun akan merasa lama jika kita merasakan penderitaan.

    Hakikat hidup itu sendiri seolah ditafsirkan berbeda oleh tiap-tiap orang dari pengalaman yang mereka dapatkan selama hidup. Padahal kita tahu bahwa hidup itu untuk mati. Namun kita tidak boleh meminta mati atau membuat kita mati.

    Yang pasti siapkan bekal dikemudian hari, ingat akan kuasa Illahi. Dan bersyukurlah kita masih diberi kehidupan...

    Karena Allah menyukai orang-orang yang bersyukur.

  • Belajar dari Kehidupan

    Inilah sebuah petualangan hidup yang tidak bisa dihindari oleh manusia, aku sendiripun demikian, seolah hidup ini adalah pencarian sebuah jati diri yang sesungguhnya.

    Berbagai masalah silih berganti mendewasakan kita. Orang yang lemah dan tak mampu bertahan akan kalah dan menyerah dalam hidup. Akhirnya memilih kematian sebagai akhir dari segalanya. Tapi yang sanggup bertahan akan terus hidup tuk menggapai cita-cita yang diinginkannya.

    Hidup itu memang singkat apabila kita dalam ketenangan dan kebahagiaan namun akan merasa lama jika kita merasakan penderitaan.

    Hakikat hidup itu sendiri seolah ditafsirkan berbeda oleh tiap-tiap orang dari pengalaman yang mereka dapatkan selama hidup. Padahal kita tahu bahwa hidup itu untuk mati. Namun kita tidak boleh meminta mati atau membuat kita mati.

    Yang pasti siapkan bekal dikemudian hari, ingat akan kuasa Illahi. Dan bersyukurlah kita masih diberi kehidupan...

    Karena Allah menyukai orang-orang yang bersyukur.

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.